API / Angka Pengenal Importir

Angka pengenal importir / API adalah tanda pengenal sebagai importir yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan impor. Selanjutnya disebutkan yang dimaksud dengan perusahaan importir adalah perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan impor barang. Sehingga kegiatan perdagangan impor hanya dapat dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki API.

Persyaratan

  1. Surat permohonan yang di dalamnya terdapat pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen & data di atas kertas bermaterai Rp6.000
  2. Identitas Pemohon WNI : Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), atau WNA : KITAS / Visa, Paspor
  3. Jika yang mengajukan izin adalah Badan Hukum Akta pendirian (Kantor Pusat dan Kantor Cabang, jika ada) dan SK Pengesahan yang dikeluarkan oleh: Kemenkunham, jika PT dan Yayasan Kementrian Koperasi, jika Koperasi Pengadilan Negeri, jika CV
  4. Akta Perubahan SK dan SK Perubahan yang dikeluarkan oleh Kemenkumham, jika Akta Pendirian mengalami perubahan NPWP Badan Hukum
  5. Jika dikuasakan Surat kuasa di atas kertas bermaterai RP 6.000 KTP orang yang diberi kuasa
  6. Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) [Fotokopi]
  7. Izin Usaha Industri (IUI), jika API Produsen [Fotokopi]
  8. Referensi dari Bank Devisa, jika memohon untuk Angka Pengenal Importir Umum (API-U)
  9. Pasfoto berwarna penanggung jawab perusahaan atau direksi ukuran 3×4 cm sebanyak 2 (dua) lembar
  10. Untuk tanah atau bangunan disewa: Perjanjian sewa tanah/bangunan Surat pernyataan di atas kertas bermaterai Rp 6.000 dari pemilik tanah atau bangunan yang menyatakan tidak keberatan tanah atau bangunannya digunakan KTP pemilik tanah/bangunan
  11. Angka Pengenal Importir (API) terdahulu
  12. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)
  13. Surat pernyataan hubungan istimewa dengan perusahaan yang ada di luar negeri, yang diketahui oleh Kedutaan Besar
  14. Checklist Persyaratan (silahkan diunduh pada icon berikut)

 

 

Masa Berlaku

API mempunyai ukuran panjang 29 cm, lebar 19 cm, dan dicetak di atas kertas tebal dengan logo Departemen Perindustrian dan Perdagangan. API-U berwarna biru muda dan API-P berwarna hijau muda. Nomor API terdiri dari 9 digit dengan perincian; 2 digit di depan merupakan nomor kode propinsi, 2digit berikutnya adalah nomor kode Kabupaten/Kota Madya, sedangkan 5 digit di belakangnya adalah nomor urut API yang diterbitkan.

 

376total visits,1visits today